Peningkatan Penentang Keikutsertaan Israel di Eurovision 2026

by -370 Views

Gelombang penolakan terhadap keikutsertaan Israel di Eurovision 2026 terus membesar dan kini menyeret Islandia ke barisan boikot. Lembaga penyiaran publik Islandia, RUV, menyatakan negara itu tidak akan tampil jika Israel tetap diberi tempat di ajang musik tahunan tersebut. Sikap ini menambah panjang daftar negara yang lebih dulu mengambil langkah serupa, setelah Spanyol, Belanda, Slovenia, dan Irlandia lebih dulu menyatakan penarikan diri sebagai bentuk protes.

Keputusan EBU Memicu Reaksi Berantai

Langkah Islandia muncul setelah European Broadcasting Union (EBU), selaku penyelenggara Eurovision, memastikan Israel tetap boleh ambil bagian dalam kompetisi 2026. Keputusan itu justru memantik penolakan dari sejumlah anggota, yang menilai situasi tersebut tidak bisa dipisahkan dari kontroversi politik dan konflik yang masih berlangsung.

Direktur jenderal RUV, Stefan Eiriksson, menegaskan keputusan EBU telah menciptakan perpecahan di antara negara-negara peserta. Nada serupa juga datang dari AVROTROS di Belanda dan RTVE di Spanyol, yang sebelumnya sudah menyatakan keberatan atas arah keputusan penyelenggara.

Protes yang Semakin Meluas di Kalangan Penyiar Publik

Boikot yang dilakukan Islandia bukan langkah yang berdiri sendiri. Dalam beberapa hari terakhir, penolakan terhadap Israel di Eurovision 2026 berkembang menjadi sikap kolektif dari sejumlah penyiar publik Eropa. Bagi mereka, keputusan mundur adalah bentuk tekanan terbuka terhadap EBU agar meninjau ulang kebijakannya.

Kontroversi ini berakar pada keterlibatan Israel dalam konflik Israel-Hamas di Gaza, yang membuat partisipasinya di panggung Eurovision memicu perdebatan lebih luas dari sekadar urusan musik. Di tengah meningkatnya tekanan, ajang yang biasanya dipandang sebagai perayaan budaya kini justru ikut menjadi arena tarik-menarik sikap politik antarnegara.

Artikel ini diinspirasi dari sumber berikut : times.co.id/penentang-keikutsertaan