Kejadian Teror ke Jurnalis Metro TV di Bulukumba: Reaksi AJI Makassar

by -45 Views

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar mengutuk keras aksi intimidasi dan teror yang menimpa Ifa Musdalifah, jurnalis kontributor Metro TV di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Teror tersebut berasal dari akun media sosial yang menggunakan nama Choi-Choi, setelah Ifa meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba pada tanggal 4 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WITA. Ifa tengah meliput unjuk rasa yang diadakan oleh lembaga PATI terkait isu nelayan Pantai Parangluhu, ketika datang rombongan demonstran lain yang menolak kawasan industri petrokimia. Dalam kelompok aktivis lingkungan tersebut, Ifa berjumpa dengan rekannya Anjar, mantan jurnalis Radar Selatan yang kini menjadi aktivis lingkungan, serta Nilam dari Kopri PMII Bulukumba. Saat keadaan memanas, Ifa merekam kejadian tersebut sebelum mengirimkan laporan berita ke Metro TV serta membagikan tulisan dan video liputannya di Facebook pribadinya. Namun, akun Choi-Choi memunculkan ancaman teror di kolom komentar unggahan Ifa. AJI Makassar menilai kejadian ini sebagai peringatan bahwa jurnalis semakin rentan mengalami kekerasan dan intimidasi. Mereka menekankan bahwa intimidasi terhadap jurnalis adalah bentuk upaya pembungkaman kemerdekaan pers yang dilindungi oleh hukum. AJI juga menyoroti UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melarang tindakan tersebut dan mendesak penegak hukum untuk memastikan keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan publik. AJI Makassar menegaskan bahwa serangan terhadap jurnalis tidak bisa diterima dan harus ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Source link