Peringatan ulang tahun ke-18 Partai Gerindra diwarnai ziarah ke makam salah satu tokoh penting dalam sejarah partai. Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Ir. Bambang Haryo Soekartono mendatangi makam almarhum Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc. di Makam Keluarga Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang disebutnya berjasa besar dalam lahirnya identitas Gerindra.
Prof. Suhardi bukan sekadar nama dalam catatan sejarah partai. Ia dikenal sebagai pengusul nama sekaligus perancang lambang Partai Gerindra, yang hingga kini masih digunakan sebagai identitas resmi partai. Bagi Bambang Haryo Soekartono (BHS), jejak pemikiran Prof. Suhardi tidak berhenti pada simbol dan atribut, tetapi juga ikut membentuk arah perjuangan partai sejak awal berdiri.
Jejak Prof. Suhardi di tubuh Gerindra
BHS menuturkan, Prof. Suhardi juga berperan dalam merumuskan visi dan misi partai pada tahun 2008. Karena itu, ziarah yang dilakukan pada momentum ulang tahun partai menjadi cara untuk mengingat kembali fondasi yang dibangun para pendiri. Menurutnya, kader Gerindra perlu menjaga semangat tersebut agar tidak sekadar merayakan usia partai, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang melahirkan organisasi politik itu.
Dalam kegiatan ziarah itu, BHS turut hadir bersama tim pemenangannya dari Surabaya dan Sidoarjo. Kehadiran mereka dimaknai sebagai upaya memperkuat militansi kader dengan meneladani nilai yang diwariskan pendiri partai. Bagi Gerindra, penghormatan kepada tokoh seperti Prof. Suhardi menjadi pengingat bahwa kekuatan partai tidak hanya terletak pada mesin politik, tetapi juga pada integritas dan gagasan.
Pesan menjelang Ramadan
Menjelang Ramadan, BHS juga mengajak kader Gerindra untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap masyarakat. Ia menilai bulan suci tersebut merupakan momentum tepat untuk membangun jiwa sosial, mempererat persatuan, dan lebih dekat dengan warga yang membutuhkan bantuan. Dalam pandangannya, kader partai tidak cukup hanya aktif saat agenda politik berjalan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Ajakan itu sekaligus menegaskan bahwa warisan para pendiri partai bukan hanya soal struktur dan simbol, melainkan juga tentang cara berpolitik yang berpihak pada nilai pengabdian. Di tengah peringatan hari jadi partai, ziarah ke makam Prof. Suhardi menjadi penanda bahwa Gerindra masih ingin merawat akar sejarahnya sambil mendorong kader tetap bekerja di tengah masyarakat.
Source link




