Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros memilih cara yang tak biasa untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada warga. Lewat sosialisasi kebakaran dan penanganan nonkebakaran di ajang Car Free Day (CFD) di halaman Kantor Bupati Maros, edukasi dikemas lebih hidup, lebih dekat, dan jauh dari kesan formal. Warga yang datang bukan hanya menerima penjelasan soal bahaya api, tetapi juga melihat langsung bagaimana tugas Damkar bekerja di lapangan.
Edukasi Kebakaran Dibuat Lebih Dekat ke Warga
Dalam kegiatan itu, Damkar Maros memperagakan cara menangani kebakaran kecil, termasuk api yang berawal dari tabung gas melon. Pola sosialisasi ini sengaja dibuat interaktif agar pesan keselamatan lebih mudah diterima masyarakat. Kepala Damkar Maros, Jufri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko kebakaran, terutama menjelang bulan Ramadan, saat aktivitas rumah tangga biasanya ikut meningkat.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak awal. Anak-anak memanfaatkan wahana flying fox gratis, sementara orang dewasa berhenti sejenak untuk menyimak penjelasan petugas. Meski bernuansa hiburan, inti kegiatan tetap pada edukasi praktis yang bisa diterapkan warga saat menghadapi situasi darurat di rumah.
Pameran Reptil dan Penanganan Nonkebakaran Jadi Daya Tarik
Tak hanya soal api, Damkar Maros juga memperkenalkan layanan penanganan nonkebakaran yang selama ini kerap mereka tangani di lapangan. Untuk itu, sejumlah hewan yang sering menjadi bagian dari tugas evakuasi ikut dipamerkan, seperti ular, buaya, dan monyet. Kehadiran reptil dan hewan liar ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung, bahkan banyak yang memilih berfoto bersama setelah memastikan keamanan dari petugas.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa tugas Damkar tidak berhenti pada pemadaman api. Dalam banyak kasus, mereka juga turun tangan saat warga menghadapi gangguan dari hewan liar atau kondisi berbahaya lain yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Warga Sambut Positif Kegiatan yang Tak Sekadar Seremonial
Sejumlah warga yang hadir menilai sosialisasi semacam ini lebih mudah dipahami karena disampaikan langsung lewat praktik. Mereka merasa kegiatan tersebut memberi manfaat nyata, terutama bagi keluarga yang ingin tahu cara menghadapi kebakaran kecil sebelum api membesar. Meski dikemas meriah, pesan yang dibawa Damkar Maros tetap tegas: pencegahan dan kesiapsiagaan harus dibangun sejak awal, bukan setelah keadaan terlanjur darurat.
Dengan konsep yang ringan namun tetap informatif, kegiatan Damkar Maros di CFD menjadi ruang pertemuan antara edukasi keselamatan dan kedekatan dengan masyarakat. Dari demonstrasi api hingga pameran hewan, semuanya diarahkan untuk membuat warga lebih paham bahwa ancaman di lapangan bisa datang dalam banyak bentuk, dan petugas pemadam kerap menjadi garda depan saat situasi itu terjadi.





