Polres Metro Jakarta Timur memastikan tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, tetap mendapat perlindungan penuh setelah menjadi korban penganiayaan pada Minggu malam. Jaminan keamanan itu diberikan agar para korban bisa menjalani proses hukum tanpa rasa takut, termasuk saat membuat laporan polisi.
Korban Akhirnya Berani Melapor
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, menegaskan pihaknya tidak hanya menangani perkara, tetapi juga mendampingi korban secara langsung. Menurut dia, langkah itu penting karena pada awalnya ketiga korban belum membuat laporan usai insiden terjadi.
Polres Metro Jakarta Timur kemudian mengambil inisiatif dengan mendatangi para korban dan memastikan mereka berada dalam स्थिति aman sebelum diminta memberikan keterangan. Alfian menyampaikan bahwa kepolisian juga ingin mencegah adanya tekanan atau intimidasi selama proses hukum berjalan.
Berawal dari Salah Paham Saat Pengisian BBM
Peristiwa penganiayaan itu bermula ketika salah satu operator SPBU, Lukman Hakim, sedang bertugas. Insiden dipicu kesalahpahaman terkait prosedur pengisian bahan bakar, lalu berkembang menjadi tindakan kekerasan yang berlangsung cukup lama. Dalam kejadian tersebut, satu staf dan dua operator menjadi korban pemukulan.
Setelah mendapat jaminan keamanan, para korban akhirnya bersedia membuat laporan resmi. Polisi pun langsung menindaklanjuti laporan itu untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pelaku Positif Sabu dan Ganja
Dari hasil penyelidikan, pelaku penganiayaan diketahui positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan ganja. Temuan itu diduga ikut memengaruhi perilaku pelaku saat kejadian berlangsung. Polisi juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Polres Metro Jakarta Timur menegaskan kasus ini akan diusut tuntas, sementara keamanan para korban tetap menjadi perhatian utama hingga seluruh proses hukum selesai. Kombes Pol Alfian Nurrizal memastikan pendampingan tidak berhenti pada tahap pelaporan, melainkan terus berjalan sampai perkara ini benar-benar tuntas.




