Dampak Perang As-Iran: Emas dan Minyak Turun

by -53 Views

Hari Senin menarik perhatian global dengan dibukanya lantai bursa yang sangat dinanti. Florian Weidinger, Chief Investment Officer Santa Lucia Asset Management, memprediksi dampaknya bahkan lebih besar daripada situasi di Venezuela. Menurut Weidinger, harga minyak akan mengalami kenaikan drastis dalam waktu singkat jika terjadi gangguan produksi minyak di Venezuela. Iran menjadi pusat distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz, dengan sekitar 13 juta barel minyak mentah melewati selat tersebut setiap hari menurut data Kpler, setara dengan 31% pasokan global. Kenneth Goh dari UOB Kay Hian Singapura menyoroti masalah produksi di Venezuela dan hambatan distribusi di Iran.

Ketegangan ekstrem muncul sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap situs nuklir Iran, yang dipicu oleh memori kolektif pasar akan kejadian sebelumnya. Investor mulai beralih ke Emas dan Dolar AS sebagai langkah untuk melindungi aset di tengah ketidakpastian. Alicia GarcĂ­a-Herrero dari Natixis memprediksi hari Senin sebagai hari yang menegangkan bagi bursa saham global, di mana ekuitas global diperkirakan mengalami penurunan 1% hingga 2%, harga minyak melonjak 5% hingga 10%, dan surat utang AS imbal hasilnya turun 5 hingga 10 basis poin.

Dalam konteks ini, Alicia juga mengingatkan pasar agar tidak mengambil risiko berlebihan dan menunggu reaksi dari Teheran. Kondisi Selat Hormuz yang tetap terbuka menjadi pokok perhatian, di mana stabilitasnya sangat penting agar tidak menjadi pemicu krisis yang dipicu oleh Iran.

Source link