Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi cuaca untuk beberapa wilayah di Indonesia hingga tanggal 25 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada pengaruh atmosfer global dan lokal yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. BMKG menjelaskan bahwa dalam seminggu ke depan, cuaca di Indonesia masih akan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.
Berbagai wilayah Indonesia diprediksi akan terpengaruh oleh interaksi antara Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan awan hujan dan peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur. Meskipun sebagian wilayah seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan diperkirakan akan mengalami kondisi cuaca kering atau minim hujan karena anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) positif.
BMKG juga memperingatkan tentang pengaruh siklon Narelle yang terbentuk di Australia terhadap dinamika cuaca di Indonesia. Siklon ini dapat menyebabkan pembentukan daerah pertemuan angin, perlambatan, dan belokan angin di sebagian besar wilayah Indonesia Selatan. Masyarakat dan pemangku kebijakan diminta untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Pada tanggal 21 Maret 2026, banjir merendam delapan RW di Ciracas, Jakarta Timur dengan ketinggian mencapai 1,7 meter. Kejadian ini terjadi pada malam hari, saat perayaan Idul Fitri 1447 H. BMKG mendorong semua pihak untuk memperhatikan peringatan cuaca dan bersiap menghadapi potensi bencana alam yang bisa terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem.





