Groundbreaking Kampung Nelayan Merah Putih Maros: Langkah Inovatif Bupati

by -88 Views

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Maros Dimulai

Pemerintah Kabupaten Maros bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memulai pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tiga kecamatan di wilayah tersebut. Pembangunan ini menjadi bagian dari program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penataan kawasan yang lebih modern dan tertata.

Serah Terima Lokasi dan Peletakan Batu Pertama

Pada Rabu, 22 Juli 2026, dilakukan serah terima lokasi dan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Tiga kecamatan yang menjadi lokasi pembangunan tersebut adalah Desa Nisombalia di Kecamatan Marusu, Desa Borimasunggu di Kecamatan Maros Baru, dan Desa Pajukukang di Kecamatan Bontoa.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut baik pembangunan ini dan menyatakan bahwa dua desa, yaitu Borimasunggu dan Pajukukang, sudah mulai melaksanakan pekerjaan pembangunan. Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Maros sebelumnya mengusulkan lima lokasi pembangunan KNMP, namun hanya tiga lokasi yang disetujui oleh KKP.

Target Pembangunan dan Fasilitas

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Thariq Haerul, pembangunan dua kampung nelayan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 135 hari. Konsep KNMP bertujuan menciptakan kawasan nelayan yang modern dan tertata, dengan perbedaan antara kampung nelayan utama dan penyangga terletak pada kelengkapan fasilitas yang disediakan.

Adapun fasilitas yang akan dibangun meliputi shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, bangunan perbekalan nelayan, sumur bor, dan fasilitas pendukung lainnya. Seluruh infrastruktur ini akan diperuntukkan bagi nelayan dengan pengelolaan yang akan dilakukan oleh Koperasi Nelayan Merah Putih di masing-masing desa.

Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini di Kabupaten Maros, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nelayan dan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

Source link