Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Mulai Rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe
Maros – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe di Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Proyek ini merupakan bagian dari program Multi Years Contract (MYC) Paket 6 dan ditandai dengan ground breaking oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman bersama Bupati Maros Chaidir Syam.
Ground Breaking Unik
Ground breaking ini dilakukan dengan cara unik, dimana Gubernur dan Bupati menaiki ekskavator untuk mengangkat material batu dari saluran drainase yang kemudian dimuat ke atas truk sebagai simbol dimulainya pekerjaan. Ruas jalan yang akan direkonstruksi membentang sepanjang sekitar 18 kilometer dari Batas Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah.
Pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan, pengecoran beton, pengaspalan di sejumlah titik, pembangunan drainase, talud, hingga box culvert untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga.
Ruas Jalan yang Dikonstruksi
Prioritas pekerjaan ini adalah konstruksi jalan di bagian Batas Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah sepanjang 18 kilometer. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Paket 6 MYC dengan total anggaran sekitar Rp 239 miliar yang mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.
Proyek ini direncanakan selesai pada tahun 2027 dan akan dilaksanakan secara bertahap mengingat ruas jalan berada di kawasan padat penduduk.
Selain membangun drainase, badan jalan juga akan ditinggikan sekitar 45 sentimeter untuk mengurangi genangan air saat musim hujan. Tujuan utama proyek ini adalah untuk memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, mengurangi kerusakan kendaraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Harapan dari Masyarakat
Warga setempat sangat mengapresiasi dimulainya proyek ini setelah bertahun-tahun menunggu. Jalan Poros Moncongloe selama ini menjadi salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan karena kondisinya kurang baik dan sering menyebabkan kemacetan serta banjir.
Bagi warga seperti Pandi dan Muhammad Rizal, dimulainya proyek ini adalah kabar baik yang sangat dinantikan. Mereka berharap pembangunan jalan dapat mengakhiri persoalan banjir dan kemacetan yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari.





