Benarkah Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah? Ini Faktanya

by -105 Views

Mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) memang cenderung membutuhkan perawatan rutin yang lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Namun, anggapan bahwa seluruh biaya kepemilikannya pasti lebih murah tidak sepenuhnya tepat.

Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) menyebut mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan cairan yang perlu diganti. Struktur penggeraknya juga lebih sederhana karena kendaraan ini menggunakan motor listrik, bukan mesin pembakaran konvensional.

Perawatan rutin lebih sederhana

Perbedaan yang paling mudah terlihat adalah tidak adanya kebutuhan mengganti oli mesin. Mobil berbahan bakar bensin memerlukan penggantian oli secara berkala agar komponen mesin tetap bekerja dengan baik. Pemiliknya juga harus memperhatikan berbagai komponen dan cairan yang berkaitan dengan mesin pembakaran.

Pada mobil listrik, motor listrik menjadi sumber tenaga utama sehingga pola perawatannya tidak sama dengan mobil konvensional. Jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit juga mengurangi bagian yang berpotensi aus dan harus diganti dalam servis rutin.

Sistem pengereman regeneratif turut membantu menekan keausan kampas rem. Saat kendaraan melambat, motor listrik dapat membantu memperlambat laju sekaligus mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik untuk dikembalikan ke baterai. DOE menyebut mekanisme ini dapat mengurangi penggunaan rem gesek konvensional.

Meski demikian, umur kampas rem tetap bergantung pada model kendaraan dan cara berkendara. Mobil listrik juga masih memerlukan pemeriksaan ban, suspensi, kemudi, sistem pendingin, wiper, pendingin kabin, serta komponen elektronik. Baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi harus diperiksa berdasarkan jadwal yang ditetapkan produsen.

Komponen tertentu tetap mahal

Biaya perawatan yang lebih ringan tidak berarti semua komponen mobil listrik berharga murah. Baterai traksi, yang menyimpan energi untuk menggerakkan kendaraan, menjadi salah satu komponen paling penting sekaligus berpotensi menimbulkan biaya besar jika harus diganti di luar masa garansi.

DOE menyebut sejumlah produsen memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil. Namun, ketentuan tersebut dapat berbeda untuk setiap merek dan model. Karena itu, calon pembeli perlu memeriksa cakupan garansi baterai dan komponen kelistrikan sebelum menentukan pilihan.

Ban juga tetap menjadi biaya yang harus diperhitungkan. Ban pada mobil listrik mengalami keausan seperti pada kendaraan konvensional. Torsi motor listrik yang tersedia secara cepat, serta bobot kendaraan yang pada sejumlah model lebih besar karena baterai, membuat kondisi ban perlu diperhatikan. Pemeriksaan tekanan, rotasi jika direkomendasikan, dan penggantian saat aus tetap diperlukan.

Bengkel dan biaya kepemilikan

Perawatan sistem tegangan tinggi membutuhkan teknisi yang memahami kendaraan listrik dan peralatan yang sesuai. Perbedaan kemampuan bengkel, harga suku cadang, serta luas jaringan layanan resmi dapat membuat biaya servis antar-merek tidak sama.

Pemilik sebaiknya menjadikan buku panduan kendaraan sebagai acuan utama karena jadwal servis setiap model dapat berbeda. Sebelum membeli, calon pengguna juga perlu mengecek lokasi bengkel resmi, ketersediaan suku cadang, jadwal perawatan, dan biaya servis berkala.

Dengan kata lain, mobil listrik umumnya menawarkan biaya perawatan rutin yang lebih ringan berkat absennya oli mesin, jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit, dan penggunaan pengereman regeneratif. Namun, biaya baterai, sistem elektronik, ban, serta perbaikan besar setelah masa garansi tetap perlu dimasukkan dalam perhitungan. Penilaian biaya kepemilikan sebaiknya mempertimbangkan seluruh aspek tersebut, bukan hanya tarif servis satu kali.

Source link