Fe Buka Perjalanan Musik Lewat Single “Selamat Datang”

by -49 Views

Fenny Noviarma, yang menggunakan nama panggung Fe, membuka perjalanan musiknya lewat single debut berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia itu mengajak pendengar menerima hidup yang belum sepenuhnya selesai, termasuk luka, kehilangan, kebingungan, dan proses tumbuh dalam keadaan yang tidak selalu ideal.

“Selamat Datang” berangkat dari catatan diary pribadi Fe. Catatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Bagi Fe, lagu ini bukan sekadar karya untuk didengarkan, melainkan ruang terbuka bagi setiap orang untuk menemukan pengalaman personalnya sendiri.

Tentang fase hidup yang belum selesai

Pesan utama lagu itu tercermin dalam penggalan lirik, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”. Kalimat tersebut menggambarkan fase ketika seseorang masih berhadapan dengan persoalan, tetapi mulai belajar menerima keadaan dan melepaskan beban yang selama ini dipikul.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe, Jumat (2/10/2026).

Tema yang diusung sengaja dibuat tidak mengarah pada satu pengalaman tertentu. “Selamat Datang” dapat dimaknai sebagai kisah seseorang yang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, atau hubungan yang menjadi tempat pulang ketika hidup terasa kacau.

Fe menilai badai, luka, kehilangan, dan ketidakpastian tidak selalu harus disembunyikan. Semua pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses menemukan warna baru dalam kehidupan. Gagasan itu disampaikan melalui lirik yang sederhana, tetapi reflektif:

“Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira
Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat
Atau mungkin tak sempat melambat”

Nuansa lagu kemudian bergerak ke suasana yang lebih lapang melalui lirik “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”. Aransemen musik berkembang hingga bagian interlude yang megah dan glorious, seolah menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan. Pertemuan antara sisi gelap dan harapan menjadi benang merah karya tersebut.

Langkah awal Fe di dunia musik

Perjalanan Fe menuju musik dibangun dari pengalaman yang telah ia jalani sebelumnya. Perempuan yang kini merupakan ibu dari seorang anak berusia satu tahun itu merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019. Sejak masa kuliah, ia telah bekerja sebagai graphic designer dan stage photographer.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi Fe dalam membentuk identitas visual dan pendekatan artistiknya. Dalam bermusik, ia masih berada pada tahap eksplorasi. Sejumlah musisi seperti Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah menjadi inspirasinya. Selera musik Fe juga mencakup punk rock, ballad, classical, serta lagu-lagu era 90-an.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” kata Fe.

Ia menyebut keputusan untuk mulai menciptakan karya musik mendapat dukungan penuh dari suaminya. “Bersyukurnya, keputusan saya untuk mulai menciptakan karya musik juga mendapat dukungan penuh dari suami, yang menjadi salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan bermusik saya,” tuturnya.

Melalui karakter vokal yang ringan, nuansa hangat, dan aransemen yang terus berkembang, Fe berupaya menghadirkan pengalaman mendengar yang intim sekaligus memiliki ruang tafsir luas. Setelah “Selamat Datang”, ia menargetkan produksi satu lagu baru dalam jangka pendek, sebelum mewujudkan rencana jangka panjang untuk merilis sebuah EP.

“Kedepan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link