Sejumlah peristiwa kriminal dan keamanan mewarnai Jakarta pada Kamis (26/6), mulai dari kasus pembuangan bayi di Palmerah hingga pengungkapan ribuan tersangka narkoba oleh Polda Metro Jaya. Rangkaian kejadian ini menunjukkan bagaimana persoalan keluarga, dugaan pelanggaran hukum, hingga peredaran narkoba masih mendominasi sorotan kepolisian di ibu kota.
Ibu di Palmerah Buang Bayi karena Malu
Polisi mengungkap seorang wanita di Palmerah, Jakarta Barat, yang tega membuang bayinya sendiri. Dari hasil pemeriksaan, tindakan itu diduga dipicu rasa malu karena bayi tersebut lahir di luar nikah. Kasus ini menjadi perhatian karena memperlihatkan tekanan sosial yang masih bisa berujung pada tindakan ekstrem dan membahayakan nyawa anak.
Polda Metro Periksa 49 Saksi Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Di perkara lain, Polda Metro Jaya memeriksa 49 saksi terkait kasus dugaan ijazah palsu milik Jokowi. Polisi juga meminta pendapat hukum dari sejumlah ahli untuk memperkuat penyelidikan atas tuduhan yang menyeret nama Presiden Joko Widodo tersebut. Langkah ini menunjukkan proses pendalaman perkara masih terus berjalan, dengan keterangan para saksi dan ahli menjadi bagian penting dalam penyidikan.
Utang Rp12.000 Picu Pertengkaran Keluarga
Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur masih menyelidiki kasus keluarga yang terlibat cekcok hanya karena persoalan utang sebesar Rp12.000. Meski nominalnya kecil, konflik itu berkembang menjadi pertengkaran yang kini ditangani aparat. Peristiwa ini menambah daftar kasus kriminal yang berawal dari masalah sepele namun berujung pada persoalan hukum.
1.672 Tersangka Narkoba Ditangkap dalam Dua Bulan
Di sisi penegakan hukum lainnya, Polda Metro Jaya mencatat keberhasilan menangkap 1.672 tersangka penyalahgunaan narkoba dalam dua bulan terakhir. Jumlah itu menegaskan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sekaligus memperlihatkan intensitas operasi yang terus dilakukan kepolisian untuk menekan kejahatan tersebut.
Beragam kasus yang muncul pada hari yang sama itu memperlihatkan betapa beragamnya persoalan kriminal di Jakarta, dari urusan keluarga, dugaan pelanggaran hukum, hingga kejahatan narkotika yang terus diburu aparat.





