Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H dimanfaatkan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Luwu Timur untuk turun langsung ke masyarakat. Lewat kegiatan bertajuk “1 Muharram 1 Kebaikan, Perempuan Golkar Bergerak, Ummat Maju”, jajaran KPPG menyapa para lansia di Kecamatan Wasuponda dan Nuha dengan pendekatan yang hangat dan penuh kepedulian.
Silaturahmi dan Kepedulian untuk Lansia
Kegiatan sosial ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Timur, Aripin, S.Ag., M.H., serta Ketua KPPG Luwu Timur, Sari M. Kamarong. Dalam rangkaian acara, para peserta melakukan anjangsana, berbincang langsung dengan lansia, dan menyerahkan sembako sebagai bentuk perhatian terhadap warga lanjut usia.
Suasana pertemuan berlangsung akrab. Para lansia tampak antusias menyambut dialog yang dibangun bersama pimpinan Partai Golkar. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, melainkan ruang untuk mendengar langsung cerita, kebutuhan, dan harapan dari para orang tua di dua kecamatan tersebut.
Senyum Lansia Jadi Penguat Gerakan Sosial
Sari M. Kamarong mengaku bahagia melihat respons para lansia yang hadir. Menurutnya, senyum dan semangat mereka justru menjadi dorongan bagi para kader untuk terus hadir dalam kerja-kerja sosial. Baginya, kegiatan seperti ini penting agar peringatan 1 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai pengingat untuk memperbanyak kebaikan.
Setelah rangkaian utama selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Momen sederhana itu berubah menjadi ruang kehangatan, diwarnai cerita dan tawa para lansia yang membuat suasana terasa lebih dekat dan manusiawi.
Tagline Kebaikan yang Dibawa ke Lapangan
Melalui kegiatan ini, KPPG Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat, khususnya kelompok lansia yang kerap membutuhkan perhatian lebih. Aksi sosial tersebut juga menjadi penegasan dari semangat yang mereka usung: “Perempuan Golkar Bergerak, Golkar Solid, Indonesia Maju.”
Di tengah perayaan 1 Muharram, langkah KPPG Luwu Timur menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus hadir dalam bentuk besar. Kadang, yang paling berkesan justru datang dari kunjungan, percakapan, dan bantuan yang diberikan tepat kepada mereka yang membutuhkan.





