Pada Kamis, 18 September 2025, keluarga Mohamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Pembantu (Kacab) di salah satu bank BUMN di Cempaka Putih, mengungkapkan bahwa Ilham telah menunjukkan perilaku yang tidak biasa seminggu sebelum diculik dan ditemukan tewas di Bekasi. Kuasa hukum keluarga, Boyamin Saiman, mencatat bahwa Ilham telah merasa diintai dan membuat keputusan yang tidak biasa seperti menitipkan mobilnya ke satpam kompleks. Terlebih lagi, meskipun sudah lama berhenti merokok, Ilham tiba-tiba kembali merokok sebelum kejadian tragis tersebut. Keluarga juga melihat adanya aktivitas mencurigakan seperti mobil yang memantau rumah Ilham di Bogor dan orang tak dikenal yang mencoba bertemu dengan pimpinan cabang di kantornya. Semua temuan ini mendorong keluarga untuk mendesak polisi agar menjerat para pelaku dengan pasal pembunuhan berencana, selain pasal penculikan. Kasus kematian Ilham terungkap dari rekaman kamera CCTV yang menunjukkan korban diangkut paksa setelah pertemuan dengan pihak Lotte Grosir di Pasar Rebo. Polisi telah berhasil menangkap 15 orang terlibat dalam kasus ini, kecuali satu orang pelaku dengan inisial EG yang masih buron. Selain itu, dua prajurit TNI dari Detasemen Markas Kopassus, Sersan Kepala (Serka) N dan Kopral Dua (Kopda) FH, juga terlibat dalam kasus ini dan telah ditahan Pomdam Jaya. Temuan dan informasi tersebut menjadi sorotan terkait peristiwa yang tragis dan memilukan tersebut.
Tanda-tanda Aneh Sepekan Sebelum Penculikan Sadis Kacab Bank





