Belasan siswa diduga menjadi korban terdampak ledakan yang terjadi di masjid di SMAN 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, menjelang pelaksanaan Shalat Jumat di sekolah tersebut. Menurut pengelola kantin sekolah, Jhoni, perkiraan awal menyebutkan bahwa sekitar 10-15 siswa terkena dampak ledakan tersebut. Ledakan itu dikatakan besar dan mengejutkan, sehingga Jhoni yang baru saja menyelesaikan wudhu pun langsung berlari menyelamatkan diri.
Disebutkan bahwa jamaah yang ikut shalat Jumat terdiri dari warga sekolah, termasuk tenaga pendidik dan siswa, tanpa ada orang dari luar lingkungan sekolah yang masuk saat kejadian. Banyak siswa terluka akibat ledakan dan mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Polda Metro Jaya telah menurunkan Tim Penjinak Bom untuk menyelidiki penyebab ledakan dan sejumlah siswa masih berada di dalam sekolah.
Seorang pelajar, Sheila, menyatakan bahwa saat kejadian ia berada di selasar masjid untuk shalat Jumat dan langsung berlari setelah ledakan terjadi. Polda Metro Jaya masih dalam proses mendalami penyebab ledakan di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang. Informasi awal menunjukkan bahwa dua orang mengalami luka akibat ledakan tersebut dan mereka telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Upaya penyelidikan dan pengamanan terus dilakukan untuk memastikan keamanan di sekolah tersebut.





