Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menerima dukungan penting untuk proyek keagamaan yang sudah lama dinantikan. Kali ini, hibah tanah dari tokoh masyarakat Drs. H. Budiman Arifin, M.Si resmi diserahkan kepada Pemprov Kaltara untuk mendukung percepatan pembangunan Masjid Islamic Center di Tanjung Buyu, Kabupaten Bulungan.
Serah Terima Dihadiri Dua Pihak
Penyerahan hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima yang dilakukan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si. Acara itu berlangsung dengan kehadiran kedua belah pihak, sebagai penegasan bahwa proses hibah telah masuk tahap resmi.
Dalam kesempatan itu, Bustan mewakili Gubernur Kaltara dan jajaran pemerintah provinsi menyampaikan apresiasi atas langkah Budiman Arifin. Ia menekankan bahwa dukungan seperti ini sangat berarti untuk mempercepat pembangunan Masjid Islamic Center agar bisa segera diwujudkan dan dimanfaatkan masyarakat.
Lahan 5,6 Hektare Sudah Diserahkan
Hibah yang sudah diterima Pemprov Kaltara mencapai 5,6 hektare. Sementara itu, 3,4 hektare lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi sebelum dapat diserahkan sepenuhnya. Total lahan tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan Islamic Center di Tanjung Buyu.
Budiman Arifin, yang juga pernah menjabat Bupati Bulungan periode 2005–2015, menjelaskan bahwa niat untuk menyumbangkan tanah itu telah ia sampaikan kepada Gubernur Zainal beberapa tahun lalu. Menurutnya, lahan yang luas semestinya dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama bagi pembangunan fasilitas ibadah yang memberi manfaat jangka panjang.
Dorongan untuk Percepatan Pembangunan
Dengan adanya hibah tanah ini, harapan untuk melihat Masjid Islamic Center berdiri lebih cepat kembali menguat. Dukungan dari tokoh masyarakat seperti Budiman Arifin menjadi bagian penting dalam upaya memakmurkan masjid dan menghadirkan ruang ibadah yang lebih layak bagi warga sekitar.
Di tengah kebutuhan pembangunan yang masih terus berjalan, serah terima lahan ini memberi sinyal bahwa proyek tersebut tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi warga yang punya kepedulian terhadap masa depan fasilitas keagamaan di Bulungan.





