Kasus narkoba di kalangan public figure kembali menjadi sorotan pada 2025. Di balik popularitas, sorotan kamera, dan reputasi yang dibangun bertahun-tahun, sejumlah nama besar di dunia hiburan masih harus berhadapan dengan persoalan hukum yang sama: penyalahgunaan narkotika. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah musisi senior Fariz Roestam Moenaf atau Fariz RM, sosok yang dikenal lewat karya-karya ikonik seperti Sakura dan Barcelona.
Fariz RM Kembali Terseret Kasus Narkoba
Fariz RM ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan pada Februari 2025 terkait dugaan kepemilikan narkoba. Penangkapan ini langsung memantik perhatian publik, bukan hanya karena statusnya sebagai musisi besar, tetapi juga karena rekam jejaknya yang sebelumnya pernah bersinggungan dengan kasus serupa. Ini bukan pertama kalinya Fariz berhadapan dengan hukum akibat narkotika; ia tercatat sudah beberapa kali pernah dipenjara dalam perkara yang sama.
Pengakuan di Persidangan dan Vonis Hakim
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Fariz RM mengakui kepemilikan narkotika seberat 8,29 gram untuk konsumsi pribadi. Pengakuan itu menjadi bagian penting dalam proses hukum yang kemudian berujung pada putusan majelis hakim. Pengadilan menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara serta denda Rp800 juta.
Di persidangan, Fariz juga menyampaikan alasan yang menurutnya membuat ia kembali terjerumus. Ia menyebut tekanan popularitas di dunia hiburan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisinya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persoalan narkoba di kalangan artis tak selalu berdiri sendiri, melainkan kerap berkaitan dengan tekanan mental, lingkungan, dan tuntutan publik yang tidak ringan.
Pelajaran dari Kasus yang Terus Berulang
Kasus Fariz RM menambah daftar panjang public figure yang tersandung masalah narkoba di Indonesia. Bagi seorang artis, satu kesalahan semacam ini bukan hanya berdampak pada proses hukum, tetapi juga bisa merusak reputasi, mengganggu karier, dan mengubah cara publik memandang karya-karyanya. Karena itu, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ketenaran tidak memberi kekebalan apa pun ketika seseorang berurusan dengan hukum.
Di tengah sorotan terhadap dunia hiburan, kasus ini juga menunjukkan bahwa isu narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi para musisi, aktor, dan penyanyi yang hidup dalam tekanan popularitas tinggi. Nama besar tidak selalu menjadi pelindung, dan riwayat Fariz RM menjadi contoh paling jelas bagaimana masalah yang sama bisa kembali menyeret seseorang ke titik yang sulit.





