Pada musim haji tahun 2026, kuota calon jemaah haji asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan signifikan menjadi 610 orang, hampir dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Ratusan calon jemaah tersebut telah mulai mengikuti bimbingan manasik haji di Masjid Agung Kecamatan Turikale, Maros, sebagai bagian dari persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan peningkatan dramatis ini dari sekitar 300 orang menjadi 610 orang untuk tahun ini. Jemaah haji Maros akan dibagi menjadi delapan kelompok terbang (kloter) dengan rentang usia mulai dari 15 tahun hingga 99 tahun.
Di samping peningkatan kuota, daftar tunggu haji di Kabupaten Maros juga masih panjang dengan sekitar 11 ribu orang, dan estimasi masa tunggu mencapai 26 tahun. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa proses persiapan haji saat ini mencakup tahap pengusulan visa jemaah ke pemerintah Arab Saudi. Total kuota haji Sulawesi Selatan tahun ini adalah 9.673 jemaah setelah mendapat tambahan 33 kuota dari porsi yang tidak terpakai di Papua. Jumlah kloter Sulsel juga bertambah menjadi 43 kloter.
Pemerintah daerah dan Kementerian Haji terus mengimbau calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan stamina karena ibadah haji memerlukan kesiapan fisik yang optimal. Isu ini menjadi perhatian serius dalam kesiapan jemaah Haji Maros 2026.





