Dalam kegiatan “Bincang Bareng Media” dengan tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas”, Bank Indonesia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas di tengah gejolak ekonomi global. Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan melambat menjadi 3,2% pada tahun 2026, dipicu oleh risiko tarif dari Amerika Serikat dan kerentanan rantai pasok global. Meski demikian, ekonomi Amerika Serikat mengalami perkembangan positif berkat investasi dalam sektor Artificial Intelligence (AI) dan stimulus fiskal. Sementara itu, ekonomi Jepang, Tiongkok, dan India diproyeksikan mengalami perlambatan pada tahun 2026.
Di sisi pasar keuangan global, penurunan Fed Funds Rate (FFR) terbatas karena meningkatnya ketidakpastian global. Indeks dolar AS melemah terhadap mata uang negara maju, sehingga minat pada aset aman seperti emas meningkat. Harga emas dunia dan domestik naik tajam, menandakan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko global.
Ekonomi Indonesia tumbuh solid pada triwulan IV, didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan impor. Sektor pertanian dan perdagangan mengalami penguatan, namun sektor industri dan pertambangan masih menghadapi tekanan. Wilayah Sulawesi memberikan kontribusi penting bagi ekonomi nasional, dengan Sulawesi Selatan menjadi kontributor terbesar di kawasan tersebut. Survei Bank Indonesia berperan sebagai alarm dini untuk memantau aktivitas ekonomi dan harga guna memberikan gambaran menyeluruh kondisi lapangan.
Harga komoditas di Sulawesi Selatan diperkirakan masih terkendali pada bulan Februari, namun beberapa komoditas menunjukkan tren kenaikan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap optimis di Sulawesi, dengan optimisme dari berbagai kelompok pendapatan. Hasil survei ini memberikan sinyal penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga pasokan pangan, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan produktivitas sektor riil guna menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.





