Polda Metro Jaya Ungkap Enam Kasus Narkoba Paling Mencolok
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya mengungkap enam kasus yang paling menonjol selama periode Januari-Juni 2026. Kasus-kasus tersebut menjadi sorotan publik dan menunjukkan upaya keras dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jakarta.
Kasus Clandestine Lab Vape Etomidat
Direktur Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, menyebutkan kasus pertama terkait Clandestine Lab Vape Etomidat yang dibongkar di tiga lokasi apartemen di Jakarta. Operasi tersebut berhasil mengamankan delapan tersangka yang menggunakan apartemen sebagai tempat produksi narkoba. Barang bukti berupa cartridge vape, serbuk etomidate, dan cairan etomidate disita dalam jumlah besar.
Laboratorium Gelap Pil Koplo
Kasus kedua terkait dengan laboratorium gelap pil koplo yang berkedok sebagai gudang pakan ternak, berbasis di Semarang dan Jakarta. Empat tersangka berhasil ditangkap dalam operasi ini, dengan jumlah butir pil karisoprodol dan prekursor yang cukup signifikan.
Kemudian, kasus ketiga mengenai pengungkapan industri rumahan ekstasi yang dikendalikan oleh jaringan China. Operasi ini berhasil mengamankan pil ekstasi siap edar dan serbuk ekstasi dalam jumlah yang mencengangkan.
Di samping itu, Direktorat Reserse Narkoba juga mengungkap kasus sabu sindikat jaringan Malaysia, China, dan Medan, serta pengungkapan obat-obatan keras berbahaya, dan narkotika jenis ganja dari sindikat jaringan Medan-Jakarta. Seluruh kasus tersebut menunjukkan keberhasilan dalam memerangi peredaran narkoba di berbagai daerah.
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku peredaran gelap narkoba. Langkah ini merupakan bagian dari upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.





