Polisi Amankan 18 Pemuda Hendak Tawuran di Jakarta Timur

by -61 Views

Sebanyak 18 pemuda diamankan dalam patroli gabungan kepolisian di dua lokasi di Jakarta Timur pada Sabtu (12/9) malam hingga Minggu dini hari. Mereka diduga hendak terlibat tawuran dengan membawa sejumlah barang, termasuk celurit, benda yang diduga bom molotov, dan sebotol bensin.

Operasi tersebut melibatkan personel Brimob Polda Metro Jaya dan Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Patroli difokuskan pada jam-jam rawan sebagai upaya mencegah kriminalitas jalanan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan, selain senjata tajam dan benda yang diduga bom molotov, petugas menemukan satu plastik klip berisi bahan yang diduga tembakau sintetis.

“Dalam kegiatan pencegahan gangguan keamanan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, benda yang diduga bom molotov, sebotol bensin, hingga satu plastik klip berisi bahan diduga tembakau sintetis,” kata Henik di Jakarta, Minggu.

Pengamanan berlangsung di dua lokasi

Penindakan pertama dilakukan di Jalan Tirta, Cipinang, Pulogadung, sekitar pukul 23.50 WIB. Saat melintasi kawasan itu, petugas menemukan sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.

Polisi kemudian mengamankan 10 orang dari lokasi tersebut. Bersama mereka, petugas menyita satu celurit, sembilan telepon genggam, dan empat sepeda motor untuk kepentingan pemeriksaan.

Patroli berlanjut ke Jalan Amalia, Penggilingan, Cakung. Sekitar pukul 02.45 WIB, tim gabungan kembali mengamankan delapan pemuda yang juga diduga hendak melakukan tawuran.

Dari lokasi kedua, polisi membawa sejumlah barang bukti berupa satu benda yang diduga bom molotov, sebotol bensin, satu plastik klip berisi bahan yang diduga tembakau sintetis, tiga telepon genggam, serta satu sepeda motor.

Dengan demikian, total 18 pemuda diamankan dari kedua lokasi selama patroli yang berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Seluruh pemuda dan barang bukti tersebut telah diserahkan kepada Polsek Pulogadung untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

Polisi minta orang tua memperketat pengawasan

Henik menyebut patroli gabungan itu merupakan langkah preventif untuk menekan gangguan keamanan, terutama pada malam hingga dini hari. Kepolisian juga akan meningkatkan koordinasi dengan satuan di tingkat wilayah.

“Kami juga terus memperkuat sinergi dengan jajaran kewilayahan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Henik.

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto meminta para orang tua lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka, khususnya pada jam rawan. Komunikasi aktif dinilai penting agar orang tua mengetahui keberadaan dan kegiatan anak pada malam hari.

“Kami mengajak orang tua untuk membangun komunikasi aktif dengan anak dan memastikan mereka berada di rumah pada jam rawan. Apabila masyarakat mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan, segera laporkan melalui layanan Kepolisian 110 agar petugas dapat segera menindaklanjuti,” kata Budi.

Source link