Polisi menemukan lima sampel diduga tulang korban penculikan dan pembunuhan, Alvaro Kiano Nugroho (6) di Jembatan Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, mengungkapkan hasil pencarian hari ini yang melibatkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Dokkes Polri). Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pencarian kerangka kembali. Setelah mengumpulkan sampel, kerangka akan menjalani tes DNA dan dicocokkan dengan orang tua Alvaro. Spesialis forensik RS Polri Kramat Jati, Mahardika, menjelaskan bahwa kerangka akan diolah lebih lanjut untuk identifikasi lebih lanjut.
Sampel yang ditemukan termasuk rahang gigi bawah anak-anak yang akan dikoordinasikan dengan dokter gigi forensik. Jasad Alvaro diduga dibuang ke Sungai Cerewed setelah hilang selama delapan bulan. Pelaku penculikan dan pembunuhan adalah ayah tirinya, Alex Iskandar, yang ditemukan tewas diduga bunuh diri setelah ditangkap polisi. Alvaro yang hilang sejak Maret 2025 ditemukan meninggal di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan motif pembunuhan diduga karena cemburu dengan istri Alex. Polisi terus melakukan investigasi untuk mengungkap seluruh kejadian.





