Tim SAR Bencana Aceh-Sumatera: Mengatasi Kelelahan Ekstrem

by -26 Views

Tim SAR gabungan yang bertugas selama tujuh hari nonstop dalam operasi tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mulai merasakan kelelahan ekstrem. Kabasarnas mengungkapkan kondisi ini terjadi karena situasi medan berat, komunikasi terputus, dan cuaca ekstrem yang mereka hadapi. Para anggota SAR menghadapi tantangan besar saat harus bekerja di lokasi bencana yang terisolir tanpa komunikasi yang memadai. Terutama di daerah Agam dan Tapanuli Selatan, di mana banyak petugas SAR harus bertugas lebih dari 72 jam tanpa jeda saat banjir bandang dan longsor terjadi bersamaan.

Untuk mengatasi kelelahan tersebut, Basarnas menambah pasukan cadangan dari Jakarta dan Kantor SAR Pekanbaru untuk menggantikan personel yang sudah kelelahan di Aceh dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, tim harus melakukan evakuasi udara berkali-kali dalam sehari karena banyak desa terisolasi yang hanya dapat dijangkau dengan helikopter. Keselamatan penyelamat tetap menjadi prioritas utama, dan rotasi tim dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas operasi dan menghindari kecelakaan.

Operasi ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal hingga seluruh korban ditemukan. Data Pusat Pengendalian Operasi Basarnas mencatat total 33.620 warga terdampak, 447 korban meninggal, dan 399 orang masih hilang. Sampai saat ini, 33.173 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Di tengah upaya evakuasi dan pencarian korban, Basarnas terus memperkuat kantor SAR di wilayah terdampak untuk memastikan operasi berjalan dengan optimal.

Source link